TSC Match Centre
Official App
Free on
Install
Perseden Denpasar Bawa Piala Liga Nusantara ke Pulau Dewata

Perseden Denpasar Bawa Piala Liga Nusantara ke Pulau Dewata

Share

Wakil dari Pulau Dewata, Perseden Denpasar berhasil meraih gelar juara Liga Nusantara 2016. Di babak final yang berlangsung Minggu malam di Stadion Manahan Solo, laskar Catu Muka menang dengan skor yang cukup meyakinkan 2-0 atas tetangga mereka PSN Ngada (Nusa Tenggara Timur).

Kedua kesebelasan sama-sama menurunkan seluruh kekuatan terbaiknya seperti ketika babak semifinal. Perubahan hanya terjadi di kubu Ngada ketika Jechson Felix Tiwu kembali bermain sebagai starter menggantikan Yohannes Wada.

Kedua tim sama-sama memainkan permainan yang atraktif sejak peluit sepak mula ditiup wasit Ikhsan Prasetia Jati. Di menit-menit wal PSN Ngada mencoba untuk berinisiatif melakukan serangan. Sayang upaya mereka masih menemui kegagalan.

Perseden justru berhasil membuka keunggulan melalui tendangan bebas Andika Dian Asruri di menit ke 17. Sepakan pemain bernomor 22 ini tidak bisa dijangkau oleh penjaga gawang Petrus Yohanes Paulus Djawa.

PSN Ngada sebenarnya memiliki peluang di menit ke 28 ketika salah satu pemain Perseden melakukan Handball di kotak pinalti. Sayang eksekusi dari Oktovianus Pone masih terbaca penjaga gawang Putu Dian Ananta. Mantan penjaga gawang Persidafon Dafonsoro ini kembali mematahkan peluang dari Eugenius Gata semenit berselang.

Wakil dari Nusa Tenggara Timur ini justru semakin terpuruk ketika dimenit ke 42 ketika umpan Andika dan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Andik Zulianto untuk membawa Perseden menjauh 2-0.

Di babak kedua, PSN Ngada terus menekan pertahanan Perseden. Akan tetapi usaha mereka selalu sia-sia karena apiknya lini pertahanan yang dikawal oleh Asep Wahono dan I Negah Sulendra. Selain itu penjaga gawang Putu Dian Ananta bermain sangat baik melalui beberapa penyelamatan pentingnya. Skor 2-0 berakhir hingga pertandingan usai dan membawa Perseden meraih juara pertama Liga Nusantara 2016.

Pelatih Kletus Marselinus Gabhe mengatakan bahwa pertandingan ini tidak mencerminkan PSN Ngada yang sebenarnya.

“Ini bukan penampilan terbaik kami. Taktik Perseden sangat baik sehingga membuat pemain kami bermain terburu-buru. Perseden memang pantas juara dan lebih baik dari kami malam ini. Selamat untuk Perseden.” Tutur Gabhe saat konferensi pers pasca pertandingan.

Pernyataan dari Gabhe tersebut diamini oleh kapten kesebelasan Oktovianus Pone. “Saya mengakui keunggulan tim lawan. Ini adalah kemenangan yang tertuda bagi kami.”

Sementara itu pelatih Perseden Nyoman Ambara mengatakan bahwa kemenangan ini berkat strategi yang berhasil dijalankan dengan baik oleh anak-anak asuhnya. Sejak babak delapan besar Perseden mencetak Sembilan gol dan tidak pernah kebobolan.

“Ini berkat kegigihan anak-anak kami yang selalu konsisten melaksanakan strategi sehingga bisa meraih hasil maksimal.”

Hal senada juga diucapkan oleh kapten kesebelasan I Negah Sulendra. Dirinya juga tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali dan beberapa pejabat pemerintahan yang hadir di Solo sehingga membuat Perseden tampil dengan penuh semangat.

Selain membawa pulang Piala kejuaraan ke tanah Dewata, Negah Sulendra dkk juga berhak atas uang tunai sebesar 500 juta rupiah. Selain itu salah satu pemainnya yaitu penjaga gawang Putu Dian Ananta dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi. Ini merupakan prestasi tertinggi yang diperoleh oleh Perseden sejak 2002. Saat itu mereka menjadi runner up Divisi Satu Liga Indonesia setelah dikalahkan oleh Persik Kediri di partai final.